ARTIKEL KESEHATAN
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI HAID PADA REMAJA
SERTA CARA MENGATASINYA
Saat menstruasi kebanyakan wanita mengalami kram dibagian perut bawah disertai dengan nyeri yang biasa disebut dengan dismenore (nyeri haid). Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri pada daerah perut bagian bawah sampai kepanggul. Penyebab nyeri ini berasal dari otot rahim, karena otot rahim dapat berkontraksi dan relaksasi. Pada saat menstruasi kontraksi otot rahim akan lebih kuat. Nyeri haid pada saat menstruasi ini sangat bervariasi rasa sakitnya. Sebagian perempuan yang juga merasakan mual dan muntah, pusing, dan nyeri yang menjalar ke seluruh tubuh hingga sulit untuk beraktivitas.
Nyeri haid yang terjadi pada remaja dapat menurunkan konsentrasi serta menghambat para remaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga dapat menurunkan produktivitas. Sebenarnya nyeri haid ini tidak berbahaya tetapi perlu adanya pencegahan dan penanganan yang tepat untuk mengurangi dampak dari nyeri haid. Remaja harus tahu kenapa mereka merasakan nyeri haid berdasarkan dari faktor-faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya nyeri haid seperti menarche dini (usia pertama kali menstruasi < 12 tahun), kurang atau tidak pernah berolahraga, siklus haid memanjang atau lama haid lebih dari normal (7 hari), mengkonsumsi alkohol, kopi, rokok, serta bisa juga karena riwayat keluarga.
Biasanya nyeri haid mulai timbul sebelum atau selama menstruasi. Gejalanya seperti gelisah, depresi, sensitif, mudah marah, gangguan tidur, kelelahan, lemah, dan yang paling sering yaitu perubahan suasana hati yang sangat cepat. Untuk keluhan fisiknya seperti payudara terasa sakit atau membengkak, perut kembung, sakit kepala, sakit sendi, sakit punggung, mual, muntah, diare atau sembelit, dan masalah kulit seperti jerawat.
Pada awal siklus menstruasi terjadi rasa nyeri tiba-tiba seperti kontraksi pada punggung dan perut bagian bawah. Hal ini dikarenakan berkurangnya kerja hormon estrogen dan progesteron. Rasa sakit atau kram pada perut selama haid umumnya dikenal sebagai PMS (Pre-menstrual syndrome). Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi nyeri haid, antara lain :
1. Perbanyak mengonsumsi air putih
Jika merasa kram perut yang tak kunjung reda saat datang bulan bisa jadi karena kurangnya konsumsi air putih. Maka dari itu, jangan sampai lupa untuk minum air putih 8-10 gelas untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri pada uterus karena air putih bisa melancarkan pencernaan.
2. Olahraga ringan
Olahraga dapat melepaskan hormon endorfin yang meluruhkan rasa sakit dan nyeri pada tubuh agar tubuh menjadi lebih segar seperti berjalan santai, yoga, dan lain-lain. Olahraga dianjurkan di hari pertama atau kedua pada saat menstruasi agar aliran darah tetap lancar dan terhindar dari kram perut.
3. Kompres perut yang kram
Mengompres perut dengan air hangat ini untuk mengendurkan dinding otot perut dan meningkatkan aliran darah. Untuk meredakan kram, kompres yang dapat digunakan bermacam-macam, seperti menggunakan kantung berisi air panas, heat patch tempel, atau bisa juga dengan bantalan hangat elektronik.
4. Istirahat yang cukup
Pada saat menstruasi kita merasa lemas dan tidak nyaman untuk melakukan kegiatan apapun karena terjadi penurunan kerja hormon progesteron secara drastis. Maka dari itu, penting sekali untuk istirahat dengan tidur yang cukup serta memperhatikan juga posisi tidur yang bisa meredakan nyeri kram perut agar terasa nyaman.
5. Hindari kopi, alkohol, dan rokok
Jika mengkonsumsi kopi, alkohol, dan rokok apalagi yang mengandung kafein dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada saat haid. Karena otot perut akan ikut menegang dan meninggalkan rasa sakit serta kram.
6. Konsumsi obat pereda nyeri
Jika nyeri haid semakin hebat dan mengganggu aktivitas diperbolehkan mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meredakan haid. Tetapi, tetap perhatikan batas konsumsi obat dan efek sampingnya.
Komentar
Posting Komentar